15 May 2011

Batuk Berkepanjangan Pertanda Kanker Baru

Mulai sekarang, jangan remehkan batuk. Apalagi bila batuk tersebut tidak kunjung sembuh. Bisa jadi, batuk merupakan sebuah pertanda kanker sedang menggerogoti tubuh Anda.
Saat ini angka kematian akibat kanker paru-paru telah mencapai 1,4 juta jiwa setiap tahunnya.Minimnya informasi mengenai gejala dan penanganannya telah membuat penyakit ini menempati urutan kedua yang mematikan di dunia. Kanker paru-paru bisa timbul karena sejumlah karsinogen lingkungan, terutama dari asap rokok.Kanker paruparu dilaporkan sebagai kanker penyebab kematian terbesar di dunia,dan bertanggung jawab atas 18,7% kematian akibat kanker pembunuh terbanyak di Indonesia. Faktor utama kanker paru-paru adalah merokok.
Perokok pasif memiliki risiko 25% terkena kanker paru-paru. Sementara,orang yang terekspos asap rokok di lingkungan kerja risikonya meningkat sebesar 17%. “Hampir setiap 30 detik seseorang dapat terkena penyakit kanker paruparu. Hal ini bisa terjadi apabila di lingkungan mereka terdapat faktor penunjang terjadinya penyakit kanker,” ujar Dr Asrul Harsal,ahli penyakit kanker dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, yang ditemui SINDOpada acara pembiayaan pengobatan penyakit kanker di Jakarta,beberapa waktu lalu.
Faktor risiko lainnya mencakup paparan asbes dan gas radon,atau sakit yang pernah dialami sebelumnya,misalnya tuberkulosis.Selain itu,sejarah keluarga yang pernah terkena kanker paru-paru dan pernah menjalankan terapi kanker sebelumnya.Waspadai polusi udara,hal ini sangat berdampak, tetapi sulit diprediksi besarnya kasus karena hal tersebut. Kebanyakan orang berpikir jika sudah terkena kanker paru-paru,maka tidak ada harapan untuk bisa keluar dari lingkaran hitam yang mematikan.
Namun,secara keseluruhan,hanya 20% dari orang yang terdiagnosis kanker paru akan bertahan hidup satu tahun setelah diagnosis,dengan pengurangan sampai 6% setelah lima tahun diagnosis.Angka harapan hidup bergantung pada stadium saat kanker terdiagnosis dan pilihan terapinya. Jika kanker terdiagnosis pada stadium dini,sampai 80% pasien akan bertahan hidup setidaknya lima tahun sejak terdiagnosis.Hal ini harus juga diimbangi dengan menjalani terapi rutin. “Hampir 70% dalam kasus ini kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Pada tahap ini 15%- 35% pasien akan bertahan hidup sampai satu tahun,”tutur Asrul. Kanker paru-paru memang sukar untuk dideteksi.Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin.Sementara itu, mungkin ada sebagian orang yang sudah menunjukkan tanda dan gejala sejak berbulan-bulan sebelumnya. Gejala umum yang bisa kita temui pada penderita kanker paru-paru adalah batuk,dahak berdarah,sesak napas, dan sakit. Bukan berarti seseorang penderita kanker paru tidak bisa disembuhkan.
Diagnosis dan terapi kanker paru yang dilakukan dengan rutin merupakan langkah awal untuk dapat mencegah penyebaran penyakit ini melalui saluran limfatik.Apabila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh metastasik,maka sebagian besar pasien ini tidak akan mengalami masa kesembuhan. Pada kasus pasien yang memiliki stadium lanjut,kemoterapi menjadi salah satu jalan keluar pertama.Kemoterapi dapat diberikan dengan radioterapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Biasanya kemoterapi dapat diberikan dengan mengombinasikan dua obat,yaitu cispaltindan paclitaxel. Jika pada tahap ini pasien tidak memberikan respons atau kanker muncul kembali,maka terapi pada tahap kedua mutlak diberikan.Kemoterapi tahap kedua ini umumnya menggunakan docetaxcel,pemetrexed,dan navelbine. “Dengan adanya inovasi dan kemajuan dalam pengobatan kanker,ribuan orang yang sepuluh tahun lalu mungkin tidak memiliki harapan,kini dapat bertahan dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Penyelamatan jiwa (life saving) memberikan harapan bagi jutaan penderita kanker,”ujar Asrul. Beratnyabeban psikologis yang ditanggung penderita kanker,tidak seberat beban biaya yang harus mereka bayar. Pasalnya,saat ini penderita penyakit kanker telah mendapatkan asuransi khusus.ASKES telah menjadi yang terdepan di dalam membantu penyembuhan para penderita kanker.
Setiap penderita kanker akan diberikan obat DPHO yang memiliki manfaat yang baik,tetapi harganya pun tidak selangit. “PT ASKES memiliki komitmen yang besar untuk mengembangkan solusisolusi yang tepat guna untuk mengatasi kendala finansial yang ditanggung oleh penderita,”ujar drg Fajriadinur,General Manager PT ASKES (Persero) Regional IV

No comments:

Post a Comment